Home > Netbook, News, Review > Asus Eee PC 1008P (Seashell Karim Rashid Collection)

Asus Eee PC 1008P (Seashell Karim Rashid Collection)

Melihat netbook ini membuat kami terpana. Warnanya itu loh, pink menyala. Langsung menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Ssst, jika tidak suka warna pink merona itu, tersedia warna coklat kopi yang kalem kok.
Saat memegang Asus Eee PC 1008nya, kami kembali terkejut. Duh enteng benar netbook ini. Di timbangan, netbook berikut baterai cuma menyebabkan jarum timbangan bergerak ke angka 1,156kg. Kami tambahkan adapter dan kabelnya, dan jarum pun bergeser ke angka 1,34kg.

Tetap masih nyaman dijinjing maupun diselipkan ke tas tangan. Entengnya netbook ini dikarenakan fisiknya yang tipis. Dalam kondisi tertutup, Asus Eee PC 1008P Seahell Karim Rashid ini tebalnya sekitar 3cm.
Eh ada kejutan lainnya. Casing-nya ternyata lembut dan bergelombang. Ada pola bertekstur yang mengesankan motif kerang. Saat kami mengusap-usap casing tersebut, muncul rasa nyaman. Kami jadi terpicu untuk terus membelai-belainya. Apalagi usapan di casing tersebut tidak akan meninggalkan cap atau jejak sidik jari apa pun. Casing terlihat tetap bersih.

Tampilan netbook yang cantik ini adalah hasil rancangan Karim Rashid yang namanya menempel di belakang seri netbook terbaru Asus ini. Eh siapa sih Karim Rashid? Ia adalah desainer kondang di AS. Kalau HP pakai Viviene Tam untuk merancang netbook-nya agar menarik, Asus menggandeng Karim Rashid. Karena itulah di palmrest sisi kanan kita akan melihat tanda tangan Karim dalam warna pink.

Semua Disembunyikan
Di netbook ini kita tidak akan melihat banyak port atau jack hadir. Sekilas pandang, kita hanya akan menemukan satu jack DC-in di sisi kiri belakang, dekat engsel. Sebuah slot 3-in-1 card reader ada di sisi yang sama, tapi di arah depan. Slot card reader yang bisa menerima kartu SD, SDHC atau MMC ini ditutup oleh kartu SD dummy.

Loh ke mana port-port lainnya? Ada kok, tapi disembunyikan. Telitilah sekujur badan netbook yang mulus itu. Maka di sisi kiri, di depan jack DC-in, kita akan menemukan penutup slot yang bisa dicungkil.

Cungkillah penutup slotnya, dan akan terlihat dua port berjajar: yang pertama adalah port mini USB , dan yang kedua adalah port USB 2.0. Port mini USB itu sebenarnya adalah konektor untuk port VGA. Maklum ketipisan badan netbook ini tidak memungkinkan port VGA dipasang tanpa modifikasi. Karena itulah port VGA dilepas, diberi konektor khusus, lalu disembunyikan di sebuah slot di bagian bawah netbook.

Apakah hanya itu port yang tersedia? Tidak dong. Masih ada lainnya, dan disembunyikan di sisi kanan netbook. Silakan cungkil kait slot yang ada di sisi kanan dekat engsel. Di kompartemen itu kamu akan melihat jack headphone, jack mikropon, dan satu port USB 2.0.

Kompartemen berikutnya ada di depan slot berisi jack mike, jack headphone dan port USB tadi. Cuma kompartemen di sisi kanan ini terkunci. Untuk membukanya kamu harus membalik netbook dan menggeser switch ke arah depan. Pastikan untuk mematikan netbook sebelum melakukan hal ini. Mengapa? Sebab slot itu menampung baterai yang mendayai netbook.

Untuk mengeluarkan baterai, tarik keluar casing penutup, lalu tarik keluar baterai. Baterai netbook ini lain dari biasanya. Seperti netbook ini, fisiknya pun tipis dan pipih.

Baterai ini bukanlah Lithium-Ion seperti biasa, tapi Lithium Polymer yang teknologinya lebih baru. Karena itulah, ia bertahan relatif lama. Dalam uji Battery Eater, baterai ini tetap hidup selama 3 jam. Keawetan daya tahan baterai ini juga ditunjang oleh penggunaan layar bertipe LED (light emitting diode) yang lebih hemat energi dibandingkan LCD (liquid crystal display).

Apa lagi port yang disediakan? Ya cuma yang ada di sisi kiri dan kanan netbook. Bagian belakang dan depan netbook ini bersih dari port kok. Total tersedia hanya dua port USB 2.0 di sini. Agak minim ya? Tapi inilah harga yang harus dibayar jika kita menginginkan netbook yang tipis.

Nyaman Ditekan
Di edisi Karim Rashid-nya, Asus juga menekankan kenyamanan pakai. Ini dibuktikan dengan hadirnya keyboard chiclet yang enak ditekan. Berbeda dengan tombol klik touchpad (akan dibahas sebentar lagi), tombol-tombol keyboard yang memiliki jarak antar setiap tombol ini nyaman ditekan. Empuk dan responsif. Adanya jarak mengurangi kemungkinan salah tekan tombol, khususnya bagi mereka yang jarinya jempol semua, alias berjari-jemari besar.

Eh iya, di panel keyboard ini kita akan melihat dua tombol Fn. Satu di lokasi biasa, yakni sisi kiri, diapit tombol Ctrl dan tombol khusus Windows. Satu lagi hadir di sisi kanan, di atas tombol panah ke kanan. Tombol ini berukuran setengah tombol normal. Dengan demikian kita bebas menekan tombol Fn, mau yang di kanan atau yang di kiri.

Asus juga rupanya paham benar bagaimana kita sering menggunakan Ctrl-Alt-Del untuk masuk ke Task Manager. Karena itulah dihadirkan tombol shortcut untuk urusan ini. Tinggal tekan Fn-F9 dan Task Manager langsung terbuka. Enak ya?

Sayangnya kenyamanan di keyboard ini tidak kami dapatkan di touchpad-nya yang kini bertekstur titik-titik dan menyembul, mirip pola papan pijat refleksi, dan terlihat menyatu dengan palmrest. Menggeser-geserkan ujung jari di permukaan touchpad yang tidak rata itu terasa aneh. Gatal, geli rasanya. Agak keset, dan menyebabkan kami gemas, khususnya saat bermain game yang menuntut kecepatan gerakan. Namun ini mungkin masalah kebiasaan saja.

Bagaimana dengan tombol klik kanan/kiri? Tombol ini diwujudkan dalam bilah krom yang panjangnya sama dengan touchpad dan cukup lebar. Namun menurut kami, bilah krom ini kurang nyaman, karena harus ditekan cukup kuat. Selain itu – mudah-mudahan ini hanya terjadi di unit yang kami coba – ketika ditekan bilah tersebut mengeluarkan suara yang kurang enak didengar, seakan-akan butuh minyak pelumas.

Saat dipakai, palmrest sisi kiri netbook ini tidak terasa panas. Sedikit hangat, tapi tidak menyengat seperti Asus Eee PC 900 yang kami miliki. Sayangnya bagian bawah kanan netbook terasa cukup panas, walaupun masih bisa ditolerir.

Karena itu kami tidak menyarankan kamu memangku netbook ini ketika memakainya dalam jangka lama kecuali jika kamu menggunakan alas yang cukup tebal. Meja portabel misalnya. Atau tatakan notebook yang kini banyak dijajakan.

Mudah, Sederhana
Kendati agak kecewa dengan touchpad, kami cukup senang dengan netbook ini. Terlihat jelas kalau Asus mengusung kemudahan pakai di sini. Begitu Windows 7 Starter aktif, di tengah atas layar, tepat di bawah lingkaran lensa Webcam tampak panah ke bawah dan gambar folder. Kliklah dan kita akan mendapatkan kesenangan yang dikemas dalam tajuk Eee Amuse, Eee Sharing, Eee Xperience, dan Eee Tools.

Eee Amuse terdiri dari Asus @ Vibe, Game Park dan Asus AP Bank. Jika Eee Sharing diklik, akan muncul pilihan Asus Webstorage dan YouCAM. Eee Xperience akan menyajikan Eee Splendid, sedangkan Eee Tools menawarkan Live Update, Font Resizer dan Docking Setting.
Font resizer misalnya membuat aksi membesarkan ukuran font menjadi sangat simpel. Tinggal pilih antara Normal, Large Fonts, atau Extra Large Fonts. Di kotak bawah pilihan tersebut langsung dihadirkan contoh ukuran font tersebut. Jika cocok, kita tinggal menekan Apply. Lebih mudah dan simpel dibandingkan biasanya bukan?

Bundel aplikasi yang mengasyikkan adalah software webcam YouCAM. Software besutan Cyberlink ini langsung mengaktifkan Webcam dan memberikan kesenangan tambahan. Kita bisa merekam video muka sendiri (Capture), memotret (Snapshot), atau menggambar (Draw). Tayangan di layar juga boleh diimbuhi salah satu dari 21 efek yang tersedia agar tampil lebih unik, menarik. Misalnya wajah kita ditambahi tulisan BAM kuning yang meledak-ledak.

Enaknya lagi hasil rekaman video bisa langsung diunggah ke YouTube melalui menu yang ada. Atau langsung di-e-mail. Pilihan lainnya adalah mencetak foto yang ada. Benar-benar asyik, khususnya bagi yang narsis! Sayangnya, Webcam ini perlu cahaya yang baik. Jika kurang cahaya, tayangan di layar terlihat gelap. Respon kamera sendiri cukup responsif, walau kadang-kadang tertinggal.

Kemudahan lain disorongkan Asus dalam bentuk Ease of Access yang diaktifkan dari Control Panel. Yang ini mempermudah melakukan pengaturan, misalnya memperbesar tampilan, mengaktifkan Narator, mengubah suara menjadi lambang visual di layar melalui satu menu. Semua pengaturan ini sebenarnya bisa dilakukan secara manual. Bedanya, di sini Asus sudah mengelompokkannya sehingga kita tidak perlu mencari-carinya satu per satu.

Dua Tombol On/Off
O ya, kalau kita perhatikan ada dua tombol persegi panjang pipih di panel atas keyboard ini. Yang berwarna hitam dan terbelah dua ada di sisi kiri. Satu lagi berwarna krom metalik dengan LED biru di bagian tengahnya ada di sisi kanan. Tekanlah yang ini untuk menyalakan netbook saat kamu ingin menggunakan semua aplikasi yang bercokol di hard disk.

Tapi kalau kamu cuma ingin ber-Internet, misalnya chatting, browsing, atau bertelepon via Skype tanpa mengakses atau menyimpan data di/ke hard disk, tekan tombol pipih bagian kiri. Dalam tempo kurang dari 7 detik, kamu sudah bisa melakukan semua kegiatan tersebut. Ini akibat ditanamkannya sistem operasi Splashtop yang oleh Asus disebut sebagai Express Gate.

Jangan kuatir, dari Express Gate kita juga bisa masuk ke sistem operasi kok. Tinggal pilih di menunya. Cuma kita perlu menunggu 52,84 detik lagi. Waktu ini sedikit lebih lama – 1 – 2 detik – dibandingkan jika kita langsung masuk OS dengan menekan tombol On/Off.

Kembali sebentar ke tombol di sisi kanan. Kan di sana satu tombol itu dibagi dua, yang sebelah kiri untuk booting cepat. Lah yang sebelah kanan untuk apa dong? Coba saja tekan. Oh, ternyata ini untuk mematikan/aktifkan touchpad.

Di engsel dalam terdapat empat lampu LED. Yang paling kanan menunjukkan asupan daya (merah saat mengisi baterai), diikuti oleh indikator akses hard disk (biru berkedip), indikator Wi-Fi/Bluetooth (biru bila aktif), dan indikator Caps Lock (biru jika On).

Kinerja
Kita sudahi dulu perbincangan tentang kenyamanan maupun kelengkapan Asus Eee PC 1008P Karim Rashid ini. Mari kita tilik kinerjanya.
Berdasarkan beberapa benchmark yang kami jalankan, netbook ini termasuk baik, tapi tidak istimewa. Skor 3DMark 2006-nya 498, atau hanya sekitar 10 angka lebih tinggi dibandingkan netbook yang menggunakan Atom versi sebelumnya, N270 1,6GHz. Dari sisi peningkatan kinerja memang tidak banyak yang bisa dicatat.

Namun klip video memang terlihat mulus dan tidak pecah dalam full screen. Sementara kualitas suaranya lumayan. Pada volume terkuat, suara musik yang diputar cukup bertenaga, kendati efek treble kurang terdengar.

***

Asus Eee PC 1008P Karim Rashid ini bisa membuat kita betah menggunakannya. Ia enak dijinjing, enak dilihat, juga cukup enak dipakai berkat keyboard model chiclet. Kinerjanya pun cukup baik. Andai saja touchpad dan tombolnya bisa dibuat lebih responsif, dan – ini yang juga penting – harganya lebih murah, netbook ini pasti lebih memikat.

PLUS: Fisik cantik dan tipis; ringan; baterai awet; Express Gate; aplikasi bawaan menarik; Webstorage 500GB.
MINUS: Touchpad agak seret; tombol touchpad agak keras; port USB hanya dua; port VGA terpisah.

(Sumber : kompas.com)

Spesifikasi

Intel Atom N450 1.66Ghz, 1GB DDR2, 250GB, 10″ LED WSVGA, Wifi, Bluetooth, Card Reader, Camera 1.3MP, Win 7 Starter

Categories: Netbook, News, Review
  1. sahrillana sitemboyak
    September 18, 2010 at 9:01 am

    bagusan manah sama notebook hp 1014
    harganya berapah
    thx
    bales secepatnyah

  2. melcy mimi
    March 10, 2011 at 7:16 am

    tahun ini, 2011, mahih ada gag produknya??harganya brp??bls scepatnya.tq..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: